Minggu, 10 Oktober 2010

Untuk Adek2ku

Mereka adalah
Kurniawan
Ipan
Totok
Ketiga pejuang itu mendukungku dan aku dengan sepenuh usaha juga akan mendukung mereka. Jazakalloh khoiron atas kepercayaannya. Semoga kalian menjadi anak yang sholeh dan bisa membahagiakan orang tua baik didunia dan terlebih diakherat.
Didepan kalian menunggu tantangan yang sangat besar, dimana telah banyak pendahulu kalian yang telah "gugur" dalam medan dakwah. Semoga Alloh senantiasa menerangi hati kalian memberikan barokah berupa ilmu dan pemahaman mengenai Ad-Dien.
Untuk kalian aku bebankan hanya 3 jilid iqro' dan selebihnya akan lebih kita perdalam dalam qiroatil Quran. Jika Alloh mengijinkan, akan ada banyak program yang aku siapkan buat kalian. Semoga kalian saling mendukung.

Ya Alloh, tugas hamba hanya menyeru dan menyampaikan
Hanya Engkau Yang Maha Menentukan segala hal
Tanpa Ridho-Mu, niscaya takkan ada gunanya ikhtiar yang hamba kerjakan
Tanpa Taufiq-Mu takkan pernah kami sampai pada tujuan kami, yakni menjadi muslim yang sempurna seperti yang telah engkau perintahkan.
Amin

Metode Belajar Membaca

Alhamdulillah, dengan adanya mereka yang masih tetep bersemangat meskipun hanya bertiga.
Aku hanya ingin menceritakan kelanjutanku mengelola TPA di rumah. Kemaren memasuki hari ke-4 atau dua pekan pelaksanaan kegiatan belajar membaca Al-Quran. Awalnya mereka ber-4 tetapi hari kedua seorang pergi trus digantikan yang seorang lagi, meskipun bertambah satu murid yang mengikuti pelajaran Al-Quran masih bertahan empat orang. Hari berikutnya berkurang lagi satu, Alhamdulillah saya melihat adanya kemauan untuk belajar. Kemauan mereka untuk belajar membaca Al-Quran juga menjadikan saya bersemangat untuk mengajari mereka.

Pada hari kedua kemaren ada sebuah kesalahan yang kembali aku lakukan. Pelajaran kemaren memasuki pembahasan materi baru yakni pengenalan harokat "Kashroh". Pada awal pertemuan belum ada masalah, pada pertengahan mereka mulai kesulitan membaca. Karena saya merasa harus menjelaskan kepada mereka, saya gunakan alat bantu pengajaran yakni papan tulis dan spidol untuk menerangkan apa yang tidak bisa mereka kerjakan. Ternyata mereka malah tidak konsentrasi.

Dari kegiatan yang telah berjalan kemaren dapat disimpulkan bahwa,
Untuk setiap materi yang diajarkan proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan kebutuhan
Pada Materi membaca, tidak efektif jika menggunakan alat bantu
Cara paling baik untuk mendapatkan hasil adalah dengan banyak memberikan tuga, yakni membaca

Memang sedikit yang aku dapet tetapi aku yakin jika dilakukan dengan telaten serta terus menerus akan memberi hasil yang banyak. Semoga tetep bisa istiqomah!
Untul adek2ku, semoga Alloh tetep menjadikan kita bisa saling mendukung.

Senin, 04 Oktober 2010

Belajar Dalam Halaqoh

Mempelajari Al-Quran adalah wajib, baik dalam membacanya maupun memahami isinya yang kemudian mengamalkannya. Dengan izin dari Alloh pada hari sabtu (2-3 Oktober 2010) mengawali lagi pelajaran membaca Al-Quran. Belajar membaca dengan metode yang telah ada yakni metode Iqro'. Berusaha berdakwah dengan mengajarkan membaca Al-Quran.

Yang menjadi perhatianku kemaren adalah perbedaan yang cukup signifikan cara penyampaian dengan metode halaqoh dan metode ceramah. Untuk mengajarkan membaca dengan tingkat kemampuan anak hampir seragam, cara halaqoh adalah yang paling efektif tetapi bagaimana jika peserta didik tidak memiliki kemampuan yang sama. Kebetulan, kemaren itu yang dateng memiliki kemampuan yang hampir seragam. Bagaimana jika yang dateng ada bermacam - macam (semoga pekan depan masih ada yang berangkat TPA).

Setidaknya ada 4 kelompok usia dengan kemampuan yang berbeda. Usia Pra-Skolah, SD Kelas (1-2), (3-5), anak kelas 6 hingga keatasnya lagi. Terpikir untuk menerapkan metode mengajarnya para guru yang ditugaskan ke daerah terpencil. Mereka mengelola satu sekolahan hanya dengan 2 orang guru atau paling banyak lima, yang salah satunya merangkap menjadi kepala sekolah. Kalau pelajaran umum mungkin bisa diberi tugas, kalau belajar membaca gimana ya?

Senin, 23 Agustus 2010

Ternyata Membuat Tulisan Itu Mudah tetpi juga sulit

Beberapa waktu yang lalu aku mengendapkan pikiranku dalam beberapa potongan tulisan dengan tema yang berbeda-beda. Sebelum selesai satu tuisan, aku beralih ketulisan yang lain dengan harapan semua yang sempat terpikirkan bisa dituangkan dalam tulisan. Sangat mudahnya jari menekan tombol keyboard tetapi. cukup waktu dua hari untuk menghasilkan selusin ide.

Berlanjut beberapa waktu kemudian, makin banyak ide yang tetuang (bahkan hingga ratusan) tetapi tak satupuin yang selesai hingga akhir. Ternyata untuk menyelesaikan tulisan yang tetunda lebih suit jika dibandingkan memunculkannya.

Dari kejadian ini aku belajar mengenai pentingnya menyelesaikan pekerjaan segera setelah pekerjaan itu kita hadapi. Betulkah?

Sembunyi Dalam Kubangan

Pernah ada seseorang yang mengatakan "Kamu takkan pernah bisa berhasil kalo cuman bergumul dengan masalah itu-itu saja" dikatakannya dengan suara keras dengan harapan aku bisa lebih mendengar dan mengerti apa yang dimaksudkan.
Yah......
Mo gimana lagi ya?
Lha wong memang aku ini orangnya ndableg, tetapi Alhamdulillah orang disekitarku mengerti dengan kekuranganku itu sehingga tak sungkan mengingatkan kalau memang aku melakukan kesalahan.
Kemudian orang itu meanjutkan "Kalau memang ingin menyelesai persoalanmu itu jangan terlalu nyaman berada dalam persoalan"

Maksud orang itu mengatakan hal itu karena memang selama ini aku selalu merasa nyaman kalau sudah menghadapi sebuah persoalan. Lha.....?!?!?!?!?!
Maksudku, setiap aku mendapatkan sebuah persoalan yang langsung aku pikirkan adalah bagaimana aku bisa terus telibat dalam masalah itu (Wadu........ tambah ra mudheng). Kebanyakan oangf pasti berfikiran kalau mendapatkan masalah, yang seharusnya difikirkan adalah solusi untuk keluar dari masalah tersebut.

Kalau seperti ini (merasa nyaman dengan persoalan yang dihadapi dan tak memiliki keinguinan untuk menyelesaikannya) maka persoalan lain yang seharusnya juga diselesaikan akan terbengkelai.

Apa sih yang menyebabkan pikiran itu?
Tidak lain hanyalah kurang mengertinya karakter dunia. Dunia itu tedapat banyak persoialan yang kita pilih atau memilih kita. Bisa terjadi kita menga;lami masalah ynag tak kita inginkan seperti pada saat menuju tempat pertemuan dan waktu yang telah disepoakati tinggal sedikit, ban pecah atau bocor. Kalau kejadiannya seperti itu, kita tak bisa memilih. Ada juga persoalan yang kita dapatkan karena kita menginginkan (kebanyakan orang mengatakan dengan istilah tanggung jawab) seperti seorang mahasiswa yang mengambil beban kuliah (mungkin juga bisa disebut dengan konsekwensi).

Selain itu, keengganan untuk beranjak dari suatu pesoalan bisa diakibatkan karena merasa nyaman dengan apa yang didapatkan (kepuasan sesaat atas keberhasilan kecil atau merasa telah mulai mengerti pesoalan itu, tetapi lupa jika dengan bergantinya waktu maka persoalan akan bertambah)

Kalau diibaratkan seperti kebo yang berada dikubangan.
Kalo kebo ada tujuannya, yakni menjaga suhu tubuh supaya tetep dingin. Lain cerita kalau yang seneng berkubang manusia, bisa kena penyakit (paling tidak pilek)

Solusinya hanya belajar dan melihat kenyataan