Yang menjadi perhatianku kemaren adalah perbedaan yang cukup signifikan cara penyampaian dengan metode halaqoh dan metode ceramah. Untuk mengajarkan membaca dengan tingkat kemampuan anak hampir seragam, cara halaqoh adalah yang paling efektif tetapi bagaimana jika peserta didik tidak memiliki kemampuan yang sama. Kebetulan, kemaren itu yang dateng memiliki kemampuan yang hampir seragam. Bagaimana jika yang dateng ada bermacam - macam (semoga pekan depan masih ada yang berangkat TPA).
Setidaknya ada 4 kelompok usia dengan kemampuan yang berbeda. Usia Pra-Skolah, SD Kelas (1-2), (3-5), anak kelas 6 hingga keatasnya lagi. Terpikir untuk menerapkan metode mengajarnya para guru yang ditugaskan ke daerah terpencil. Mereka mengelola satu sekolahan hanya dengan 2 orang guru atau paling banyak lima, yang salah satunya merangkap menjadi kepala sekolah. Kalau pelajaran umum mungkin bisa diberi tugas, kalau belajar membaca gimana ya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar