Pernah ada seseorang yang mengatakan "Kamu takkan pernah bisa berhasil kalo cuman bergumul dengan masalah itu-itu saja" dikatakannya dengan suara keras dengan harapan aku bisa lebih mendengar dan mengerti apa yang dimaksudkan.
Yah......
Mo gimana lagi ya?
Lha wong memang aku ini orangnya ndableg, tetapi Alhamdulillah orang disekitarku mengerti dengan kekuranganku itu sehingga tak sungkan mengingatkan kalau memang aku melakukan kesalahan.
Kemudian orang itu meanjutkan "Kalau memang ingin menyelesai persoalanmu itu jangan terlalu nyaman berada dalam persoalan"
Maksud orang itu mengatakan hal itu karena memang selama ini aku selalu merasa nyaman kalau sudah menghadapi sebuah persoalan. Lha.....?!?!?!?!?!
Maksudku, setiap aku mendapatkan sebuah persoalan yang langsung aku pikirkan adalah bagaimana aku bisa terus telibat dalam masalah itu (Wadu........ tambah ra mudheng). Kebanyakan oangf pasti berfikiran kalau mendapatkan masalah, yang seharusnya difikirkan adalah solusi untuk keluar dari masalah tersebut.
Kalau seperti ini (merasa nyaman dengan persoalan yang dihadapi dan tak memiliki keinguinan untuk menyelesaikannya) maka persoalan lain yang seharusnya juga diselesaikan akan terbengkelai.
Apa sih yang menyebabkan pikiran itu?
Tidak lain hanyalah kurang mengertinya karakter dunia. Dunia itu tedapat banyak persoialan yang kita pilih atau memilih kita. Bisa terjadi kita menga;lami masalah ynag tak kita inginkan seperti pada saat menuju tempat pertemuan dan waktu yang telah disepoakati tinggal sedikit, ban pecah atau bocor. Kalau kejadiannya seperti itu, kita tak bisa memilih. Ada juga persoalan yang kita dapatkan karena kita menginginkan (kebanyakan orang mengatakan dengan istilah tanggung jawab) seperti seorang mahasiswa yang mengambil beban kuliah (mungkin juga bisa disebut dengan konsekwensi).
Selain itu, keengganan untuk beranjak dari suatu pesoalan bisa diakibatkan karena merasa nyaman dengan apa yang didapatkan (kepuasan sesaat atas keberhasilan kecil atau merasa telah mulai mengerti pesoalan itu, tetapi lupa jika dengan bergantinya waktu maka persoalan akan bertambah)
Kalau diibaratkan seperti kebo yang berada dikubangan.
Kalo kebo ada tujuannya, yakni menjaga suhu tubuh supaya tetep dingin. Lain cerita kalau yang seneng berkubang manusia, bisa kena penyakit (paling tidak pilek)
Solusinya hanya belajar dan melihat kenyataan
Senin, 23 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar